
JAKARTA — PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun hubungan kolaboratif dengan insan media melalui penyelenggaraan INALUM Journalistic (IN-Journal) Chapter I.
Program yang digelar pada periode 10–30 April 2026 itu menjadi ruang pengembangan kreativitas, kompetensi, dan budaya jurnalistik bagi insan media, khususnya di Sumatera Utara, melalui karya tulis yang informatif, berbasis fakta, inspiratif, serta memiliki kekuatan komunikasi terhadap isu-isu strategis perusahaan dan keberlanjutan masyarakat.
Mengusung tema “PROPER INALUM: Dari Energi Bersih Hingga Inovasi Sosial”, IN-Journal Chapter I mendorong lahirnya karya jurnalistik yang mengangkat implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG), energi bersih, inovasi industri, hingga kontribusi sosial perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan.
Corporate Secretary INALUM, Mahyaruddin Ende, mengatakan IN-Journal dihadirkan sebagai ruang kolaborasi antara perusahaan dan media dalam membangun narasi konstruktif mengenai industri dan keberlanjutan berbasis data dan fakta.
“Melalui IN-Journal, kami ingin mendorong lahirnya karya-karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu menghadirkan perspektif yang lebih mendalam mengenai isu keberlanjutan, energi bersih, dan dampak sosial industri bagi masyarakat. Kami percaya media memiliki peran penting dalam membangun pemahaman publik yang objektif dan edukatif,” ujar Mahyaruddin.
Ia menegaskan, program tersebut juga menjadi sarana bagi perusahaan untuk menampung minat dan bakat insan jurnalis di Sumatera Utara dalam menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan berdaya pengaruh positif.
Tema yang diangkat pada penyelenggaraan perdana itu juga diperkuat dengan subtema “Sinergi Keberlanjutan: Menghadirkan Energi Bersih, Inovasi Industri dan Dampak Sosial yang Bernilai bagi Indonesia”.
Berbagai karya yang masuk dinilai berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari kualitas ide dan orisinalitas, nilai berita, riset dan akurasi data, struktur penulisan, gaya bahasa, hingga penerapan prinsip cover both side.
Untuk menjaga objektivitas, proses penjurian dilakukan oleh jurnalis senior nasional dengan metode blind-document, yakni artikel dinilai tanpa mencantumkan identitas penulis.
Melalui kegiatan tersebut, INALUM berharap budaya literasi dan jurnalistik berkualitas dapat terus tumbuh sekaligus menjadi bagian dari penguatan komunikasi publik yang edukatif dan berdampak positif bagi masyarakat.
Adapun para pemenang IN-Journal Chapter I yakni Juara I diraih Suri Kartika Dewi dari Timenews.co.id melalui karya berjudul “Mahakarya di Tanah Asahan: Menenun Emas dari Energi Bersih dan Kepedulian Sosial”.
Juara II diraih Agusdiansyah Hasibuan dari Waspada.id dengan karya “PROPER Emas dan Hijau Inalum untuk Sumut yang Bermasa Depan”, sementara Juara III diraih Doni Hermawan dari IDN Times Sumut melalui tulisan “Jejak di Balik PROPER, Menilik Strategi Keberlanjutan Inalum”.
Sedangkan Juara Harapan I diraih Ismanto Panjaitan dari Medan Merdeka lewat karya “Kemilau Alumunium di Tepian Sungai Asahan”, serta Juara Harapan II diraih Sapriadi dari Harian Waspada dengan tulisan “Inalum, Untuk Saat Ini dan Mendatang”.

Kesuksesan penyelenggaraan perdana tersebut juga menjadi langkah awal bagi INALUM untuk melanjutkan program serupa melalui IN-Journal Chapter II yang akan mengangkat tema konservasi dan lingkungan.
Kepala Departemen Manajemen Komunikasi INALUM, Utrich Farzah, mengatakan tema tersebut dipilih untuk mendorong lahirnya karya jurnalistik yang lebih mendalam mengenai pelestarian lingkungan, keanekaragaman hayati, dan keberlanjutan industri.
“Chapter berikutnya akan banyak berbicara tentang hubungan manusia, industri, dan alam. Kami ingin menghadirkan karya-karya jurnalistik yang mampu melihat isu lingkungan bukan hanya sebagai tantangan, tetapi juga sebagai cerita tentang harapan, keberlanjutan, dan masa depan,” ujar Utrich.
INALUM menegaskan akan terus mendorong peningkatan kualitas dan kapasitas insan jurnalis melalui berbagai ruang kolaboratif, termasuk kompetisi jurnalistik seperti IN-Journal.
Perusahaan berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang apresiasi karya, tetapi juga menjadi sarana membangun komunikasi yang positif dan konstruktif antara perusahaan, media, dan masyarakat dalam menghadirkan informasi yang akurat, edukatif, serta memberikan manfaat luas bagi publik.***(adv)

