BKPRMI Soroti Minimnya Keterlibatan BSI Indrapura dalam Kegiatan Keagamaan


BATU BARA — Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kabupaten Batu Bara menyoroti minimnya keterlibatan Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Indrapura dalam setiap event keagamaan. Organisasi penting itu meminta manajemen BSI Regional II Medan untuk segera melakukan evaluasi terhadap pimpinan dan jajaran yang ada di Indrapura.

Permintaan tersebut disampaikan Bendahara Umum DPD BKPRMI Kabupaten Batu Bara, Tony Syah Delay, SH. Menurutnya, hingga saat ini keberadaan BSI Cabang Indrapura dinilai belum menunjukkan kontribusi yang signifikan terhadap berbagai kegiatan keagamaan yang berlangsung di Kabupaten Batu Bara.

Tony menilai, selama ini pihaknya belum melihat keterlibatan aktif BSI Cabang Indrapura dalam sejumlah agenda keagamaan yang rutin dilaksanakan di daerah tersebut. Beberapa kegiatan yang disebut antara lain Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Festival Seni Qasidah (FSQ), Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI), serta berbagai agenda pembinaan umat dan generasi muda Islam lainnya.

“BSI mengusung slogan Sahabat Finansial, Sahabat Sosial, dan Sahabat Spiritual. Namun hingga saat ini kami menilai BSI Cabang Indrapura belum menunjukkan peran nyata dalam mendukung berbagai kegiatan keagamaan di Kabupaten Batu Bara,” ujar Tony, Kamis (4/6/2026).

Ia menegaskan, kritik tersebut bukan dimaksudkan untuk menafikan fungsi utama perbankan sebagai lembaga bisnis dan layanan keuangan, melainkan sebagai bentuk dorongan agar institusi yang membawa identitas syariah dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas di tengah masyarakat.

Menurut BKPRMI, bank syariah memiliki ruang yang lebih besar untuk membangun kedekatan sosial dengan masyarakat melalui dukungan terhadap aktivitas pembinaan umat, pendidikan keagamaan, dan penguatan ekosistem sosial-keagamaan di daerah.

Atas dasar itu, BKPRMI meminta Kepala Regional II BSI Medan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pimpinan dan pejabat di lingkungan BSI Cabang Indrapura.

Selain itu, BKPRMI juga mengimbau sejumlah lembaga dan instansi yang memiliki hubungan layanan keuangan dengan BSI, semisal Baznas, Kementerian Agama, serta layanan terkait penyelenggaraan haji dan umrah untuk mempertimbangkan kembali pola kerja sama apabila tidak terdapat langkah evaluasi dan peningkatan keterlibatan sosial yang nyata.

Sorotan yang disampaikan BKPRMI dapat dipandang sebagai kritik yang memiliki dasar kewajaran di ruang publik. Sebagai institusi yang mengusung identitas perbankan syariah sekaligus membawa narasi finansial, sosial, dan spiritual dalam citra korporasinya, BSI secara alamiah menghadapi ekspektasi yang lebih tinggi dari masyarakat dibanding lembaga keuangan pada umumnya.

Dalam perspektif tersebut, ukuran keberhasilan bank syariah tidak selalu berhenti pada pertumbuhan bisnis dan layanan keuangan, tetapi juga pada sejauh mana kehadirannya dirasakan dalam aktivitas sosial-keagamaan dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam konteks itu, sorotan terhadap BSI bukan semata soal dukungan pendanaan atau kehadiran seremonial pada suatu kegiatan, melainkan menyangkut harapan masyarakat terhadap keberpihakan sosial dan kedekatan dengan ekosistem keumatan yang selama ini menjadi bagian dari identitas lembaga tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak BSI Cabang Indrapura belum memberikan keterangan resmi terkait kritik dan permintaan evaluasi yang disampaikan DPD BKPRMI Kabupaten Batu Bara.***(arz)

Previous Post Next Post

Advertise

Advertise

نموذج الاتصال