
Penasihat utama pemimpin Ukraina, Mikhail Podoliak mengatakan bahwa rumor tentang rencana pengembangan bom nuklir di negaranya, tidak akan membuat Rusia gentar sedikitpun. Apalagi, Ia menganggap, Moskow telah jauh lebih dulu unggul dalam urusan persenjataan nuklir.
Hal itu disampaikannya dalam sebuah postingan di Telegram. Statement yang Ia buat, sekaligus untuk menepis spekulasi bahwa Ukraina berencana mengembangkan senjata nuklir untuk menahan Rusia, dimana laporan media sebelumnya menunjukkan bahwa beberapa pejabat di Kiev sedang mempertimbangkan gagasan tersebut.
Dalam sebuah kampanye internasional untuk menghapuskan senjata nuklir, Rusia diklaim mempunyai lebih kurang 5.900 hulu ledak nuklir. Jumlau itu, dikatakan telah melampaui AS yang hanya memiliki 5.200 hulu ledak saja. Hal itu yang membuat Rusia menjadi negara dengan persenjataan nuklir terbesar di dunia.
Sebelumnya, sebuah media berpengaruh asal Inggris, The Times melaporkan telah mengutip sebuah dokumen dari lembaga pemikir Ukraina. Menurut laporan tersebut, para pejabat di Kiev yakin bahwa mereka mampu membuat bom atom berbasis plutonium, mirip dengan yang dijatuhkan AS di Nagasaki pada tahun 1945.
The Times juga mengabarkan, senjata pmusnah massal tersebut dapat dipergunakan untuk menyerang pangkalan udara, fasilitas industri, logistik, maupun pusat konsentrasi pasukan di Rusia. Sementara Ukraina bersikeras, mereka sama sekali tidak berencana untuk mengembangkan senjata nuklir. Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa tidak ada skenario di mana Moskow akan membiarkan Ukraina menjadi negara berkekuatan nuklir.***(rt/ed/arz)
Foto: Emrah Yorulmaz/Anadolu Agency via Getty Images

